Home Traveler's Note HOW TO SPEND : ONE DAY IN SEMARANG

Sebagai orang dengan kadar impulsivitas (yes, I just made this word up) yang sangat tinggi, saya sering sekali memutuskan pergi ke kota lain di last minute. Dan karena saya bekerja dari hari Senin-Sabtu full day, kebutuhan akan memanfaatkan hari Minggu untuk piknik asik itu sangat besar, walaupun terkadang memilih untuk bercengkrama dengan bantal dan guling seharian penuh. Saya tinggal di Cirebon. Biasanya Jakarta menjadi tempat pelarian saya. Selain karena jadwal kereta yang banyak, waktu tempuh pun hanya sekitar 3 jam.

Kali ini saya ingin a Sunday get away , tapi tidak mau ke Jakarta lagi. Bandung? Saya gak bisa nyetir dan kebetulan jadwal kereta ke Bandung itu kuräng asik. I need more than one day if I want to go to Bandung. Akhirnya saya memutuskan pergi ke Semarang. Selain karena saya sudah sangat lama tidak ke Semarang, kebetulan ada seonggok teman di Semarang yang ingin mencurahkan isi hatinya.

(Saya memang murahan, hanya dengan iming-iming sekotak tahu bakso saya langsung manggut manggut bersedia mendengarkan curhatan semalam suntuk).

Singkatnya, Pada hari Sabtu malam Saya berangkat dari Cirebon Menuju Semarang Tawang menggunakan Kereta Bangunkarta. Jadwal sampai ke Semarang sekitar pukul 09.30 malam. Kami berencana langsung menuju ke Mie Jawa Pak Brewok yang terletak di dekat Stasiun. Tapi seperti kata pepatah, kita berencana Tuhan yang menentukan. Sesampainya di stasiun saya disambut hujan sangat lebat. ( dan inlah  kenapa kita dianjurkan sedia payung sebelum hujan). Akhirnya kami pun langsung menuju hotel di Jalan Pemuda, dengan perut keroncongan. Sengaja gak makan dari Cirebon karena berharap bisa menyantap seporsi bakmi jawa hangat yang lezat. Akhirnya rencana malam hari kami gagal. Kami menghabiskan malam dengan delivery order KFC dan curhat sepanjang malam. Sad.

SUNDAY MORNING AND THE RAIN IS NOT FALLING! 

Akhirnya setelah sujud syukur dikaruniai Minggu pagi yang cerah, kami pun siap dengan ‘HOW TO SPEND : ONE DAY IN SEMARANG’.

1. Sarapan Nasi Ayam Bu Yoto

Kalau ke Semarang jangan sampai melewatkan makanan yang satu ini, Nasi Ayam Bu Yoto! Bukan warung ataupun restoran, hanya sebuah tenda di pinggir jalan. Tepatnya di belakang gubernuran Jl Menteri Sumpeno I Semarang, dekat dengan Taman KB yang juga merupakan pusat lesehan di Semarang. Nasi Ayam Bu Yoto ini buka mulai dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Nasi Ayam ini mirip dengan nasi liwet Solo. Terdiri dari nasi gurih, telur gudeg, tahu bacem, dan sayur labu siam. Ada makanan pendamping lain yang bisa ditambahkan seperti sate usus, sate ati dll jika mau. Setelah tunjuk sana tunjuk sini ditambah teh anget tawar,  dua porsi nasi ayam ini kami bayar seharga Rp 31.000,- atau Rp 15.500/ orang. Murah dong ya?

Beginilah penvmpakan Nasi ayam bu Yoto. Endosse

Beginilah penampakan Nasi ayam bu Yoto. Endeeess

 

2.  SAM PO KONG

Setelah merasa cukup kenyang, Saya dan Fira (yang merupakan teman/tukang ojeg/tour guide saya selama di Semarang) kemudian melanjutkan perjalanan kami menuju Klenteng Sam Po Kong. Klenteng ini merupakan peninggalan seorang Laksamana Tiongkok yang beragama Islam yaitu Laksaman Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho merupakan Laksamana dari Tiongkok yang sangat terkenal dan telah  mengarungi samudera melintasi berbagai Negeri. Ketika berlayar melewati Pulau Jawa, banyak anak buah dari Laksamana Cheng Ho menderita sakit sehingga beliau memutuskan untuk sandar di Semarang dan membangun sebuah tempat perlindungan di sebuah Goa dan mendirikan bangunan di dalamnya. Oleh karena itu juga tempat ini juga biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Yang paling menarik untuk Saya adalah bangunan masjid dengan arsitektur cina yang bersanding dengan cantik dengan tempat pemujaan bagi para penganut Kong Hu Cu. Beautiful.

Bersama Fira Sang teman/tukang ojeg/tour guide

Bersama Fira Sang teman/tukang ojeg/tour guide

 

laksamana cheng ho

The Legendary Laksamana Cheng Ho

 

3. TAHU BAKSO BU PUDJI UNGARAN

Nah, Setelah puas ‘cantik dikit cekrek’ di Sam Po Kong, kami kemudian mampir di TAHU BAKSO BU PUDJI UNGARAN yang jaraknya hanya 10 menit dari Sam Po Kong. Tahu bakso itu salah satu weakness saya. I dont know when to stop whenever I Start eating it. #guiltypleasure . Harga Tahu Bakso ini Rp. 33.000,-

Love me some Ibu Puji, eh ? tahu bakso I meant

Love me some Ibu Puji, eh ? tahu bakso I meant

 

4. LAWANG SEWU

Apalah arti mengunjungi Semarang tanpa pergi ke Lawang Sewu yang melegenda itu.  Sayang, waktu kami ke sana sedang ada kompetisi burung atau apalah sehingga ramai sekali. Dan konon ruang bawah tanah yang adalah inti dari kemistisan Lawang Sewu ini sudah ditutup untuk umum. Ya sudah, akhirnya kami hanya berselfie sana sini. Cantik dikit cekrek! 😀

Harga tiket Masuk Lawang Sewu

Harga tiket Masuk Lawang Sewu

 

lawang sewu, pintu lawang sewu

Selfie is mandatory

 

5. Makan Siang Tahu Gimbal dan Ceker Setan di Taman KB

Setelah lelah putar sana putar sini, kami pun check out hotel. Perut sudah mulai meronta-ronta kelaparan kembali. Hal berikutnya yang akan kami coba adalah TAHU GIMBAL. Kami memutuskan untuk makan siang di Taman KB dan akhirnya memilih MBAH MAN 22 (karena mereka punya menu ceker setan). Saya penasaran sesetan apa cekernya.  Akhirnya datanglah tahu gimbal kami dan ceker setan. Ceker setan tidak sesetan bayangan saya, lebih ke manis pedes sedangkan tahu gimbalnya juara. Patut dicoba!

Ceker Setan, Tahu Gimbal kedai Mbah Man 22

Ceker Setan & Tahu Gimbal kedai Mbah Man 22

Hari pun semakin siang, teman saya dari Pati bergabung bersama kami. Setelah browsing sana-sini akhirnya kami memutuskan untuk mencoba Mangut Kepala Ikan Manyung.

 

6. ( Nyemil) Kepala Ikan Manyung BU FAT Semarang

Karena kami baru saja menyantap kupat tahu dan ceker setan, kami memutuskan untuk “nyemil” kepala ikan Manyung Bu FAT ini tanpa nasi alias digado. Kepala ikan ini guede banget. Satu porsi bisa cukup untuk bertiga. Dengan kuah santan encer dan pedesnya setan banget, mungkin memang seharusnya harus pakai nasi, untuk mengurangi tingkat kepedasannya. Warung BU FAT ini pertama kali didirikan di daerah Banyumanik. Namun sekarang juga membuka Cabang di Jalan Erlangga Raya Semarang. Bagi yang penyuka pedas, wajib mencoba makanan ini dan menguji nyalimu.

menu warung makan bu fat

Menu & Harga di Warung Makan bu FAT

 

Kepala ikan manyung bu fat

Penenampakan seporsi Kepala Ikan Manyung ukuran S

 

7. ICE CREAM TOKO “OEN”

Dan inilah pemberhentian terkahir kami sebelum saya harus kembali ke Cirebon dengan kereta jam 4 sore. ICE CREAM! because you have to end your sweet adventure day with your bestiest with something sweet! Untuk harga memang cukup mahal. Dan ketika diperhatikan sepertinya para pengunjung yang kebanyakan BULE dan oma opa yang sudah cukup berumur datang ke ke sini untuk “membeli” kenangan ( tsaaahhhh ). Akhirnya kami memilih untuk memesan beberapa es krim andalan dari toko OEN ini seperti tutti fruity, ice cream oen, dan beberapa macam lainya. Harga untuk es krim sekitar 30-35 ribu rupiah.

toko oen

Bersama Fira, Rena & Keluarga

 

Tutti fruity

Tutti fruity

 

Ice cream OEN

Ice cream OEN

Setelah puas menyantap es krim kami pun bergegas menuju stasiun kereta dikarenakan saya harus mengejar kereta Argo Sindoro Pukul 16.00. It was short , but It was fun, especially when you spent the day with your beloved old friends. Sebagai catatan, banyak sekali kuliner asik semarang lainya yang patut dicoba. Akan tetapi mereka kebanyakan buka di malam hari atau di hari kerja. Sayang sekali….

 

Berikut Link Video Sehari di Semarang .. Check out HOW TO SPEND : ONE DAY IN SEMARANG

Jadi, mau coba berkunjung ke Semarang ? 🙂

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. twitter : @visitjawatengah

 

1 reply to this post

Leave a Reply