Home Traveler's Note Lembah Menakjubkan Petungkriyono

Pemandangan Pekalongan…
mungkin salah satu kota yang jarang masuk dalam list para traveller terkecuali bagi para pemburu batik.. ya kota pekalongan lebih terkenal sebagai kota penghasil batik. Padahal selain batik Kabupaten Pekalongan masih menyimpan potensi wisata yang begitu besar. Salah satunya adalah Petungkriyono. Petungkriyono adalah hutan wisata dimana di dalamnya terdapat ratusan (puluhan dink) air terjun berbagai ukuran, hutan hujan tropis, dan bermacam wisata alam lainnya. Petungkriyono dapat ditempuh 2-3 jam dari kota Pekalongan. Sepanjang perjalanan kita akan melewati hutan lebat yang masih asri pada beberapa tempat terdapat sungai yang membentuk air terjun mini di pinggir jalan sehingga menciptakan pemandangan yang mirip dengan Lembah Anai di Sumatera. Akses jalan menuju Petungkriyono cukup mulus, namun jalan sempit , berliku dan banyak tanjakan curam perlu diwaspadai. Oleh karena itu skill mengemudi yang baik dan kondisi kendaraan yang fit mutlak diperlukan.

Berikut ini adalah beberapa objek yang dikunjungi di kawasan Petungkriyono :

1. Curug Bajing

2 jam perjalanan dari kota Pekalongan kita akan tiba di objek Curug (Air Terjun) Bajing, cukup dengan membayar Rp. 3000/orang untuk retribusi kita bisa menghabiskan waktu menikmati pemandangan alam nan elok jelita. Tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga,kita tidak perlu berjalan jauh dari tempat parkir, selain itu juga terdapat gazebo untuk tempat berkumpul segenap anggota keluarga dan rekan-rekan.

DSC_0100

curug bajing dari kejauhan

DSC_0104

gazebo

DSC_0100

curug bajing

DSC_0112

sejenak menikmati durian runtuh…LOL

DSC_0114

curug bajung yang segar nan memanjakan mata

DSC_0141

shooting video klip band metal

DSC_0149

bocah alay my trip… LOL

2. Curug Muncar

Sekitar 30 menit berkendara dari Curug Bajing, kita akan ketemu dengan Curug Muncar. Untuk biaya masuk agak lebih mahal dibanding Curug Bajing, tapi saya anggap worth it karena ternyata bukan hanya 1 Curug yang ada disini melainkan puluhan. Yang pertama Curug Muncar itu sendiri. Jarak dari tempat parkir menuju Curug Muncar sekitar 500 meter menempuh tangga beton, namun sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan indah hutan pinus.

DSC_0177

Desa gerbang Curug Muncar

DSC_0184

Jalan menuju Curug Muncar

Selain Curug Muncar di kawasan ini juga terdapat Curug Lain yang tak bernama. Untuk menuju kesana kita melalui jalan setapak, namun kita perlu ekstra hati-hati karena kawasan ini rawan longsor, selain itu juga terdapat mata air di beberapa titik yang menyebabkan jalan menjadi becek dan licin.

DSC_0187

Jalan menuju Curug tak bernama (Anonim)

DSC_0161

Rombongan Band MetalDut … 😛

disepanjang perjalanan ini kita akan bertemu beberapa curug yang cukup menarik, namun sayang tidak sempat dikunjungi, jadi di foto ajah..

oh ya, selain itu juga terdapat camping zone, tempat yang datar untuk camping, dan bagusnya lagi d tempat ini masih ada sinyal hp jd bisa langsung upload foto di media sosial kesayangan anda.

DSC_0207

Curug tak bernama Nomor 1

DSC_0205

Curug tak bernama Nomor 2

DSC_0215

Curug tak bernama Nomor 3

DSC_0210

Pemandangan dari Camping Zone

DSC_0213

Tukang duren di Camping Zone

sekitar 30 menit berjalan mendaki bukit lewati lembah kita akan bertemu Hatori.. eh bukan.. curug tak bernama nomor 4 alias curug paling tinggi di kawasan ini. Curug ini sangat sepi, saat itu cuma rombongan kami saja yang ada disitu, tapi wajib hati-hati karena saat musim hujan debit yang tinggi dapat berbahaya bagi pengunjung.

DSC_0218

in God we trust

DSC_0227

mandi – mandi men

DSC_0238

teleport

DSC_0230

fushion

Demikian laporan perjalanan wisata saya kali ini, semoga menambah khasanah pengetahuan wisata anda,

dan ingat buang sampah pada tempatnya, hargai budaya warga setempat… Be a smart traveller not just a tourist…

2 replies to this post

Leave a Reply