Home Traveler's Note Petualangan Menuju Pantai Krokoh Yang Tersembunyi

*Cerita berikut ini merupakan kisah nyata berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri oleh pelaku dan sedikit dibumbui micin agar kisahnya sedikit menarik seperti FTV

Pada suatu ketika, seorang perempuan duduk termenung di pinggir Pantai Sadeng. Matanya menerawang ke arah perahu-perahu nelayan yang berjajar tapi sebenarnya pikirannya tidak berada disana. Perempuan itu terlihat seperti sedang memiliki banyak masalah sehingga ingin mencari tempat yang sunyi untuk sejenak menyepi dan berlari dari masalah-masalah yang sedang dia hadapi. Dari sini, selanjutnya kita sebut saja perempuan itu “Bunga”, bukan nama sebenarnya tentunya. (Karena namanya yang sebenarnya adalah Andhity*a Soetandy*o )

IMG_20150912_100509

Bunga rupanya sedang menunggu teman-temannya. Mereka berencana akan pergi bersama ke Pantai Krokoh. Pantai ini namanya mungkin masih terdengar asing namun justru itulah yang dicari Bunga. Sebuah tempat yang hening dan sepi untuk menenangkan hati dan pikiran. Bunga Sendiri hanya diberi tahu oleh salah satu temannya, dan temannya itu pun hanya sebatas tahu informasi tentang Pantai Krokoh dari Instagram. Setelah semuanya berkumpul, mereka pun berangkat. Di sebelah timur Pantai Sadeng terdapat sebuah jalan kecil yang terlihat seperti membelah bukit. Itulah jalan masuk menuju Pantai Krokoh.

Jalan menuju Pantai Krokoh dari Pantai Sadeng

Jalan menuju Pantai Krokoh dari Pantai Sadeng

Jalan menuju Pantai Krokoh masih belum mulus untuk dilewati kendaraan. Mayoritas pemandangan di sepanjang jalanan yang dilewati berupa sawah dan ladang, itupun tampak gersang. Sesekali penduduk lokal menyapa dengan ramah, yang memberikan kesejukan di tengah cuaca yang panas.

Semakin mendekati pantai, jalanan yang dilalui semakin terjal. Motor yang Bunga dkk tumpangi terkesan kepayahan menyusuri jalanan yang berbatu. Apalagi rumah penduduk pun semakin jarang terlihat. Ada sedikit kekhawatiran di hati Bunga, jika ban motor bocor maka sedihlah sudah. Pasalnya, tidak ada penampakan tukang tambal ban di sepanjang jalan yang dilalui. Hingga akhirnya jalanan semakin curam dan terlalu berbahaya untuk dilewati kendaraan. Sempat terjadi kebingungan motor mereka akan ditaruh dimana karena hanya terdapat sawah yang membentang sejauh mata memandang. Akhirnya diputuskan bahwa motor tersebut diparkir di tanah kosong, semacam bekas sawah yang sedang tidak ditanami tanaman. Dari situ, Bunga dkk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Baru berjalan beberapa langkah, Bunga tiba-tiba berhenti dan duduk sambil berkata, “Aku lelah kak…”

Jalan menuju Pantai Krokoh yang terjal

Jalan menuju Pantai Krokoh yang terjal

Cuaca yang semakin terik dan logistik yang kurang membuat kelelahan yang dialami oleh Bunga semakin terasa. Ukuran betisnya yang agak di atas rata-rata  terasa semakin berat. Nafasnya terengah-engah menandakan ia mulai kepayahan. Memang latar belakang Bunga bukanlah seorang pecinta alam yang sering hiking atau naik gunung, olahraga pun lumayan jarang. Di tengah kondisinya yang seperti itu, teman-teman Bunga berusaha menyemangatinya. Berkat dorongan dari teman-temannya, Bunga pun bangkit kembali dan meneruskan perjalanan.

Friend is Teman

Friend is Teman

Akhirnya setelah beberapa puluh menit kemudian, sampailah Bunga dkk di Pantai Krokoh (Horeee..). Pantai ini berukuran tidak terlalu luas. Bentuknya seperti teluk karena diapit oleh dua bukit yang menjorok ke laut. Suasana Pantai Krokoh seperti yang telah diduga sebelumnya, sangat sepi. Selain Bunga dkk, tidak ada lagi orang lain yang mengunjungi pantai Krokoh pada saat itu sehingga Bunga bebas menikmati Pantai ini layaknya Pantai pribadi. Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan, birunya air laut dan kesunyian pantai yang masih perawan ini bagaikan es batu di gurun sahara.

Sesampainya di Pantai Krokoh

Sesampainya di Pantai Krokoh

Suara Ombak bergulung terdengar sendu di Pantai Krokoh yang sepi

Suara Ombak bergulung terdengar sendu di Pantai Krokoh yang sepi

Kelomang bertaburan di sepanjang Pantai Krokoh

Kelomang bertaburan di sepanjang Pantai Krokoh

Bebatuan besar menjadi pembatas Pantai Krokoh

Bebatuan besar menjadi pembatas Pantai Krokoh

 

Angin pantai yang semilir membuat rasa kantuk menyerang. Apalagi setelah perjalanan melelahkan yang dilalui Bunga untuk menuju ke tempat ini. Bunga yang telah puas menyapa lautan pun beristirahat sambil berteduh di bawah karang. Tenangnya pantai ini membuat kegalauannya seakan pergi dari hatinya. Semakin lama mata Bunga menjadi semakin berat dan akhirnya Bunga pun tak kuasa menahan rasa kantuknya. Bunga tertidur dengan sangat lelap. Bukanlah kasur spring bed yang membuatnya merasanya nyaman, namun pasir pantai yang masih masih jarang terjamah oleh jejak manusia.  Dalam mimpinya, Bunga bermimpi bahwa Jokowi akan menjadi Presiden menggantikan SBY. Mungkin itu pertanda bahwa jodohnya sudah dekat. TAMAT

Angin yang berhembus di Pantai ngajak bobok banget

Angin yang berhembus di Pantai ngajak bobok banget

Catatan:

  • Pantai Krokoh terletak di ujung timur Gunungkidul, tepatnya berada di dekat perbatasan Gunungkidul-Wonogiri. Seperti di cerita ini, akses menuju ke sana dapat ditempuh dari Pantai Sadeng. Sampai di Pantai Sadeng, jalanan masih aspal bagus tapi tidak demikian untuk jalan menuju ke Pantai Krokoh
  • Dari Pantai Krokoh, jalanan masih bisa diakses dengan kendaraan ( roda 2 maupun roda 4). Kesalahan kami adalah, tidak menitipkan kendaraan kami di pemukiman terakhir yaitu padukuhan Putat, desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, karena setelah itu tidak ada lagi tempat penitipan kendaraan. Dari Padukuhan Putat ini, kita masih harus berjalan kaki selama sekitar 45 menit untuk sampai di Pantai Krokoh.
  • Jangan lupa menyediakan logistik yang cukup, terutama air minum karena jarang sekali terlihat ada warung.
  • Selalu jaga kelestarian alam ya gaes, terutama di tempat yang masih sangat alami seperti ini. Jangan pernah membuang sampah sembarangan!
Salam jalan-jalan!

Salam jalan-jalan!

Leave a Reply