Home Traveler's Note Traking ceria Gunung Prahu, Dieng Plateau, Wonosobo

Sebenernya acara tracking ini adalah sebuah ketidak sengajaan. berawal dari chit chat lewat telepong genggam dengan teman yang dipersatukan oleh takdir yang tergabung dalam legrex adventure yang kabanyakan adalah teman-teman saya yang berprofesi sebagai buruh harian lepas di seputaran bundaran waru , sidoardjo jawa timur

Setelah kurang lebih satu tahun tidak melakukan kopi darat semenjak pertemuan tidak sengaja kami yang pertama , kami merencanakan sebuah randevous. Pertama direncanakan bertemu di pekalongan, mengingat tempat ini khas dengan nasi megononya (g nyambung ya? Haha …biarlah) akhirnya di putuskan untuk tracking naik gunung. Gunung prahu menjadi pilihannya.

Gunung prahu dipilih karena acces yang mudah dari pekalongan, dan yang terpenting gunung ini tidak terlampau tinggi untuk didaki (maklum dengkulnya kalo kelas road race masuk bebek standar 110 cc underground). Gunung Prahu terletak di Dieng Plateu, di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini memiliki ketinggian 2.565 meter dpl.

Singkat kata kami bertemu di pekalongan untuk selanjutnya memulai perjalanan bersama menuju wonosobo. Personel terdiri dari (tarzan, bajil, yudi dan agung) dari sidoardjo,( thole, yudha, dan tain )dari pekalongan azis dari Yogyakarta …dan saya darimana….hah saya siapa, kamu siapa? Ini dimana ? (amnesia)

DSC_1174

personel smash

Jarak tempuh pekalongan wonosobo adalah 5 jam, namun mengingat sopir yang membawa mobil l300 turbo diesel adalah sopir tahu ae86 drift gunung akina akhirnya perjalanan hanya ditempuh dalam waktu 3 jam, walau akhirnya penumpangnya mabuk laut semua..haha

akina driftstar

akina driftstar

terasering

terasering

DSC_1189

Setelah melakukan registrasi dan pendaftaran kami memulai pendakian, walau sepanjang perjalanan menuju dieng diguyur hujan namun ajaibnya saat memulai pendakian justru cuaca cerah, rejeki anak soleh kali ya ..alhamdulillah … kami mendaki Via desa patak banteng.

Jeng–jeng…. Perjalan dimulai dengan menyusuri pematang tanaman sayur. Singkatnya proses aklimatisasi dan tipisnya oksigen di dataran tinggi membuat nafas kami sedikit terengah-engah. Beberapa kali kami harus melakukan break, terlebih Yudi yang bertubuh tambun susah payah melawan gravitasi yang menambah beban hidupnya eh tubuhnya. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan kebun sayur dan bukit-bukit hijau di sekitaran dieng plateau. Track yang disuguhkan sebagian besar berupa tanjakan hampir vertikal dengan beberapa kali bonus (jalan datar.red), namun euforia pemandangan kadang mampu menahan produksi asam laktat yang mulai banyak terakumulasi di dengkul.

pendakian keong

pendakian keong

DSC_1192

DSC_1199

Perjalanan cukup memakan waktu yang lama mengingat kami lebih sering beristirahat, bercanda, mengambil foto. Perjalanan dilakukan dengan santai, dengan berdendang mesra sebuah sajak tentang perdamaian. Tiba di pos pertama (kami…eh saya ding yang menamai seperti itu) tampak terlihat Dieng plateu sebagai kantong gas raksasa. Tampak di beberapa spot terlihat uap mancur atau apalah namanya itu. FYI, di Dataran Tinggi Dieng terdapat pembangkit listrik tenaga panas bumi yang memanfaatkan potensi panas bumi di wilayah ini. Tampak pula di kejauhan telaga warna yang memancarkan warna kehijauan membuat yang melihat mengalami eyegasm.

Sekitar 4 jam berjalan, menjelang isya kami sampai di puncak gunung prahu.. eh puncak apa bukan ya… kayanya puncak sih, soalnya feelnya kaya puncak gitu. Disini sudah ramai dengan pendaki lain yang mendirikan tenda. Setelah mencari lokasi yang representatif akhirnya kami mendirikan 3 tenda. Karena perut mulai keroncongan acara masak memasak pun dimulai. Walaupun hanya mie instan telor dan segelas kopi panas terasa kaya mie instan jika dimakan bersama…

DSC_1200

Setelah makan acara dilanjutkan dengan ngopi-ngopi, berbincang tentang segala macam, tentang pasangan hidup, tentang jalan hidup, tentang bangsa, dan tentang mimpi kita untuk menjadi BAND ROCK PAPAN ATAS..LIVE SU#K.. ROCK AND ROLL…(film)…

DSC_1219

Akhirnya karena tidak tahan menahan terpaan udara dingin kami memutuskan untuk bobo, agar besok pagi tidak terlewat sunrise yang konon melegenda di gunung prahu ini.

Sekitar pukul lima satu persatu pendaki nampak mulai terlihat menyongsong pagi. Perlahan nampak semburat sinar jingga di batas cakrawala, menembus kabut pagi, hangatnya menerpa wajah, memberi sejuta syukur pada illahi, kami masih diberikan kesempatan untuk mentadaburi ciptaan illahi, ayat – ayat mutasabihat berupa gunung, tanaman, kicau burung pagi. Perlahan nampak formasi gunung yang berada di Dieng plateu seperti sindoro,sumbing, dan bukit sikunir

DSC_1240

Sunrise Hunter

Sunrise Hunter

DSC_1243

DSC_1264

Setelah menghabiskan pagi dengan ngopi dan foto-foto, pukul 8 pagi kami mulai berkemas untuk turun. Demikian perjalanan kami kali ini, terimakasih telah berkenan membaca, apabila ada salah kata mohon kami dimaafkan, semoga masih diberikan kesempatan untuk menulis lagi para pembaca..

DSC_1284

DSC_1291

IMG_0298

IMG_0297

Terimakasih dan waspadalah … Indonesia is dangerously beautiful

Leave a Reply