Mencicipi Ayam Taliwang di Daerah Asalnya

Gak lengkap rasanya jika saat bepergian ke suatu tempat tidak sekalian mencicipi kuliner yang ada di daerah tersebut. Sayang kan, udah jauh-jauh datang dan juga mengeluarkan biaya banyak untuk sampai ke tempat tersebut tapi sesampainya di sana tidak dimaksimalkan untuk mengeksplorasi makanan khas-nya yang kadang mungkin gak bisa ditemui di tempat lain. Bagi orang yang memiliki hobi makan seperti saya pasti setuju dengan pendapat saya tersebut.

Hal itulah yang saya rasakan ketika saya berada di Lombok untuk pertama kalinya. Jika ditanya apa makanan khas Lombok, pasti hampir semuanya menjawab dengan ‘Ayam Taliwang’, termasuk saya. Walaupun sebenarnya sudah pernah beberapa kali makan ayam taliwang, saya masih penasaran bagaimana rasa makanan tersebut di daerah asalnya. Apakah mungkin jauh lebih lezat?

Maka malam itu, saya memutuskan untuk mencari tempat makan yang menyediakan masakan khas Lombok tersebut. Dari hasil googling, saya menemukan dua rekomendasi restoran di trip advisor yang terkenal dengan masakan ayam taliwangnya. Yang pertama adalah Ayam Taliwang Irama, sedangkan yang satunya adalah Ayam Taliwang H Moerad. Setelah beberapa saat menimbang-nimbang, pilihan saya jatuh ke restoran yang sebutkan terakhir.

Saya pun berangkat menuju ke lokasi berdua dengan teman saya. Kami menempuh jarak yang lumayan untuk mencapai restoran tersebut karena kami berangkat dari Senggigi (tapi gak papa, ini semua demi ayam taliwang). Setelah beberapa lama berkendara, kami pun sampai di tempat tujuan. Restoran H. Moerad tepatnya terletak di Jl. Ade Irma Suryani no. 20, Mataram, Lombok. Lucunya, lokasi restoran ini ternyata bersebelahan dengan restoran ayam taliwang irama. Suasana tempat makan ini bernuansa terang, Bahkan warna tembok, meja dan kursinya pun bernuansa putih.

suasana rumah makan H moerad
Suasana di dalam restoran ayam taliwang H Moerad

Pada saat saya ke sana, tempatnya sedang tidak terlalu ramai. Setelah beberapa saat, kami diberi menu yang berisi daftar makanan dan harganya. Well, memang ada harga ada rasa. Harga makanan ini di sini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan harga makanan serupa di luar sana*

*) di pinggir jalan misalnya

Penasaran dengan harga makanannya? ini daftar harganya (berdasarkan daftar menunya per mei 2015)

daftar menu ayam taliwang haji moerad
Daftar menu ayam taliwang H Moerad, ada harga ada rasa

Akhirnya kami memutuskan untuk memesan ayam bakar madu taliwang dan ayam bakar plecing taliwang. Oh iya, memakan ayam taliwang tidak lengkap jika tanpa plecing kangkung, karena makanan ini memang sangat identik dengan ayam taliwang. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal khusus yang khas, biasanya disajikan dengan tambahan sayuran seperti taoge, kacang panjang, kacang tanah goreng, ataupun urap.

ayam taliwang
Pesanan pun datang, ayam taliwangnya sudah melambai-lambai minta dijamah

Sesuai dugaan saya, rasa ayam taliwang di sini memang berbeda, lebih lezat tentunya. Daging ayamnya begitu empuk dan bumbunya juga sangat terasa. Belum lagi plecing kangkungnya yang begitu segar. Duet ayam taliwang dan plecing kangkung di sini berhasil memuaskan lidah saya.

Belum selesai makan, tiba-tiba ada teman lama kami yang menyusul ke tempat kami makan. Sebenernya teman kami itu dari Jawa juga, tapi sedang bertugas dan ditempatkan di Mataram. Karena merasa sebagai teman rumah, Dia akhirnya mentraktir kami malam itu.. Alhamdulillah, rejekin anak sholeh ini namanya… 😀

'tuan rumah' datang, hati pun senang... :D
‘tuan rumah’ datang, hati pun senang… 😀

Written by Ridwan Sidik K

Seorang pegawai kantoran yang memiliki hobi jalan-jalan dan menulis dengan skill pas-pasan. Pernah kuliah di Kedokteran Hewan tapi banting setir ke jurusan Akuntansi karena takut gak bisa ngobrol dengan pasien. Merupakan co-founder dari jarangpanas.com

3 thoughts on “Mencicipi Ayam Taliwang di Daerah Asalnya

  1. Kalau ayam taliwang di Lombok, langgananku biasanya warung ayam taliwang em dua 😀 tapi next time mau cobain yang ini juga deh~

    1. wah.. malah belum pernah denger yang em dua, kayaknya perlu dicoba nanti pas balik ke sana 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *